16 Apr 2017

Kita, Bid'ah, dan Semangat Beribadah



Beberapa hari belakangan ini beberapa orang teman sedang ramai membahas ibadah-ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (baca: bid'ah), khususnya yang sering juga ane lakukan dulu waktu masih ikut tarekat-tarekat dan belum belajar Islam lebih dalam. Diantara yang dibahas adalah sholat hadiah dan melaksanakan ibadah di kuburan.

Yang ingin ane kemukakan disini bukan hasil pembahasan kami beberapa hari belakangan, melainkan sebuah pemikiran yang menghantui saya beberapa bulan ini dan belum sempat dikeluarkan.

Setelah melakukan muhasabah diri, mengingat-ingat bagaimana dulu ketika masih menjadi orang yang malas menuntut ilmu agama, saya sampai pada kesimpulan, bahwa ketika ane melaksanakan ibadah yang tidak ada tuntunan yang shahih dari pembawa ajaran agama ini, Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, ane cenderung menyepelekan dengan ibadah-ibadah yang benar-benar ada tuntunannya, dan merasa ane sudah cukup berislam dengan mengerjakan ibadah-ibadah bid'ah tersebut.

Misalnya saja ketika ane mengerjakan yasinan setiap malam jum'at, setidak-tidaknya dari hari senin sampai rabu ane akan malas membaca al quran, karena berpikiran, "toh nanti malam jum'at yasinan juga, baca quran juga." Atau ketika ane puasa nisfu sya'ban. Ane sudah merasa hebat sekali bisa berpuasa di hari itu, lalu menyepelekan puasa-puasa lain seperti puasa ayyamul bidh (3 hari di pertengahan bulan), puasa syawal, puasa senin-kamis, bahkan puasa arafah yang fadilahnya menghapuskan dosa setahun yang lalu dan yang akan datang (HR. Muslim 1162).

Lebih jauh lagi, ketika ane ikut tahlilan, ane lalu beranggapan tahlilan itu sudah cukup berzikir, lalu melalaikan zikir pagi sore dan zikir sebelum tidur. Atau ketika ane ikut memperingati maulid, merasa cukup dan yakin bahwa dengan itu ane sudah menunjukkan cinta ane kepada junjungan kita Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu tidak mau belajar sirah nabawiyah, tidak juga memperbanyak shalawat di hari jum'at, dan tidak mencari tahu lebih banyak tentang kisah hidup dan tuntunan beliau shallallahu alaihi wasallam.

Atau juga ketika ane mengerjakan shalat dua raka'at antara dua azan shalat jum'at, seringkali ane malah jadi malas sholat ba'diyah jum'at, padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menekankan hal itu (lihat HR. Muslim No. 881-882). Pun ketika ane bertawassul "ngalap berkah" ke kuburan wali, ane malah jadi malas shalat lima waktu ke masjid, hubungan dengan orang tua pun kurang baik. Padahal shalat lima waktu berjama'ah adalah sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, pun menjaga hubungan baik dengan orang tua banyak sekali terdapat ayat al quran dan hadis yang memerintahkan hal ini.

Tentu ini hanya pengalaman pribadi ane ketika masih dalam fase jahiliyah dulu. Mungkin banyak diantara sobat sekalian yang tidak demikian, wallahu a'lam. Tapi mari kita coba muhasabah diri lagi, adakah kita seperti yang dijabarkan di atas?

Maka benarlah perkataan seorang tabi'in yang kurang lebih bermakna,
"Tidaklah suatu kaum melakukan suatu perkara yang diada-adakan dalam urusan agama mereka (bid’ah) melainkan Allah akan mencabut suatu sunnah yang semisal dari lingkungan mereka. Allah tidak akan mengembalikan sunnah itu kepada mereka sampai kiamat”
Mari kita coba renungi kembali, jangan-jangan kita selama ini menyepelekan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan merasa cukup beramal seperti kebanyakan orang? Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang disebutkan dalam surah al kahfi 103-105 sebagai orang-orang yang merugi, padahal kita merasa sudah banyak sekali berbuat kebaikan. Wallahul musta'an.

Banjarbaru, 16 April 2017

15 Apr 2017

Pesantren Impian

Saya dan adik-adik, terutama yang nomer 3, sering sekali ditanya dalam banyak kesempatan, "nyantri dimana?". Pertanyaan yang agak aneh menurut saya, karena mengindikasikan seseorang yang memiliki pengetahuan agama itu hanya dari kalangan pesantren saja. Padahal saya dan adik-adik tidak pernah makan bangku pesantren (jangankan makan bangkunya, datang ke pesantren saja tidak). Sering juga jika sedang kumpul di rumah, karena semua membantu berjualan di warung, orang pun berkomentar "pintarnya anak pian ini, bu. Rajinnya mendangani kuwitan (pintarnya anak ibu ini, rajin membatu orang tua - bahasa banjar).

Ibu dan ayah saya biasanya menjawab pertanyaan ini dengan tersenyum dan bertahmid. Tapi disini biar saya ceritakan latar belakang keluarga kami, siapa tahu bisa bermanfaat buat para orang tua dan calon orang tua yang sering bertanya-tanya seperti di atas.

27 Feb 2017

Secangkir Java untuk Semua Perangkat Anda


Jika disebutkan kata Java, sebagian mungkin menerimanya sebagai kata berbahasa Inggris untuk "Jawa". Di sebagian negara European Union mengenal istilah "a cup of Java" sebagai ungkapan atas secangkir kopi hitam. Sedangkan bagi sebagian yang sudah mengenal lebih dalam dunia teknologi tentu akan menerimanya sebagai suatu bahasa pemrograman multi-platform dengan pemakaian terluas di dunia - lebih dari 5 miliar perangkat.

Artikel ini tidak akan membahas Java sebagai "Jawa" meskipun saya keturunan orang Jawa, juga tidak akan membahas Java sebagai secangkir kopi meskipun saya seorang barista. Mari kita selami Java sebagai suatu fenomena "kekinian" yang sudah nge-hits sejak bertahun-tahun silam, bahkan lebih booming lagi dengan kemunculan interactive web dan perangkat serta OS android yang sekarang sudah berjumlah hampir 2 Miliar perangkat.

Apa itu Java?

Java adalah bahasa pemrograman multi-platform (dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam). Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems yang saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun 1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin atas bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM). Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didesain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, "Tulis sekali, jalankan di mana pun". Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi [1].

Mengapa memilih Java?

Anda tentu bertanya-tanya, bagaimana bisa suatu bahasa pemrograman digunakan pada lebih dari 5 Miliar perangkat di dunia yang penduduknya mencapai 8 Miliar jiwa? Hal ini tentulah karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh java itu sendiri, diantaranya karena:
  1. Library Kelas Sangat Lengkap 
  2. Memory Usage Java memiliki fasilitas pengaturan penggunaan memori sehingga programmer tidak perlu melakukan pengaturan memori secara langsung
  3. Mudah dipelajari Java memiliki salah satu keunggulan , yaitu mudah dipelajari oleh semua orang , karena syntax (tata bahasa ) yang mirip dengan bahasa manusia. Dengan banyaknya artikel atau tutorial yang membahas bahasa pemrograman Java di  Internet. Semakin memudahkan kita untuk pemula , untuk mempelajari semua hal yang ada di bahasa pemrograman Java.
  4. Merupakan bahasa OOP Salah satu alasan ,yang membuat Java begitu populer karena mempunyai konsep bahasa (OOP) Object Oriented Programming (untuk pembahasan lebih jauh mengenai OOP akan kami sediakan artikel khusus) dimana semua aspek yang terdapat di Java adalah objek. Hal ini sangat memudahkan programmer untuk mendesain, membuat, mengembangkan dan mengalokasi kesalahan sebuah program dengan basis java secara cepat, tepat, mudah dan terorganisir. Oleh karena itu, untuk mengembangkanya jauh lebih mudah, serta menjaga sistem tetap modular, fleksibeland extensible.
  5. Banyaknya API Java memiliki banyaknya  API (Application programming interface), yang siap dikembangkan untuk keperluan para programer Java.

Namun perlu Anda ketahui pula, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kekurangan java sebagai bahasa pemrograman diantaranya:
  1. Java memiliki kecepatan yang kurang dari C++ 
  2. Java adalah bahasa pemrograman yang kompleks 
  3. Java menggunakan memori yang banyak 
  4. Program yang dibuat oleh Java lebih lambat dibanding program yang dibuat dengan bahasa lain seperti C atau C++. 
  5. Java mudah didekompilasi yang dikarenakan kode jadi Java merupakan bytecode yang menyimpan banyak atribut bahasa tingkat tinggi, seperti nama-nama kelas, metode, dan tipe data.algoritma yang digunakan program akan lebih sulit disembunyikan dan lebih rentan diretas/dibajak.

Java Programming

Secara umum untuk membuat program Java, Anda membutuhkan JDK (Java Development Kit) yang dapat diunduh di sini. Proses instalasi JDK tersebut sangat mudah dan tidak membutuhkan pengetahuan tertentu. Namun untuk menggunakannya Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan sistem operasi Anda. Kode pemrograman Java sebenarnya dapat dituliskan di text editor biasa (notepad, atau notepad++). Untuk lebih memudahkan penulisan program, Anda dapat menggunakan aplikasi IDE (Integrated Development Environment) seperti NetBeans IDE, Eclipse, maupun RAD Studio. Berikut sekilas contoh kode Java dalam program Hello World yang menjadi standar program pengenalan bahasa pemrograman.



  • public again means that anyone can access it.
  • static means that you can run this method without creating an instance of Main.
  • void means that this method doesn't return any value.
  • main is the name of the method.

  • System is a pre-defined class that Java provides us and it holds some useful methods and variables.
  • out is a static variable within System that represents the output of your program (stdout).
  • println is a method of out that can be used to print a line.

Darimana saya harus memulai belajar? 

Oke. Sekarang Anda sudah tahu sekilas apa itupemrograman Java. Darimana harus memulai untuk belajar?

Saat ini sudah banyak buku panduan maupun kursus online untuk belajar bahasa pemrograman Java. Anda bisa mulai dengan mengetikkan keyword "belajar java" pada mesin pencarian web Anda.

Atau jika Anda ingin kursus berbahasa Inggris yang menyediakan sertifikat setelah Anda lulus kursus, Anda dapat mendaftar di situs-situs online berbayar seperti codeacademy.com, udemy.com, udacity.com, dan lain sebagainya. Anda juga dapat menemukan jutaan video pembelajaran java dalam berbagai bahasa jika Anda mengetikkan kata kunci yang sama di pencarian youtube. Selamat belajar!

Sumber:
1. wikipedia.org
2. codepolitan.com
3. learnjavaonline.org
4. kompasiana.com



Catatan: artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek dari dosen pengampu mata kuliah Bapak Friska Abadi, S.Kom. pada Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

18 Jan 2014

5 Etika Berinteraksi di Lingkungan Pendidikan


Beberapa hari ini banyak sekali pesan masuk dan kabar berita yang kurang enak didengar sampai ke telinga saya. Kebanyakan isinya adalah komplain dari berbagai pihak (khususnya senior, alumni dan dosen di kampus) terhadap etika berinteraksi dari sebagian besar mahasiswa yang ada di kampus. Dalam hal ini saya merasa perlu memberitahukan 5 etika penting dalam berinteraksi antara mahasiswa dengan dosen dan senior, terutama yang pernah saya dapat dari sekolah saya di SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan.

5 etika tersebut selalu ditekankan oleh para guru dan staf di SMA saya, karena benar ternyata bahwa kelima hal tersebutlah yang akhirnya membawa saya dan teman-teman menjadi orang-orang yang dihargai di lingkungan sekitar dan juga dihargai oleh orang-orang yang lebih tua, karena kami benar-benar memiliki etika dan moral yang baik dalam berinteraksi kepada sesama manusia khususnya orang yang lebih tua. Kelima etika tersebut: