Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kunci kebahagiaan

5 Etika Berinteraksi di Lingkungan Pendidikan

Beberapa hari ini banyak sekali pesan masuk dan kabar berita yang kurang enak didengar sampai ke telinga saya. Kebanyakan isinya adalah komplain dari berbagai pihak (khususnya senior, alumni dan dosen di kampus) terhadap etika berinteraksi dari sebagian besar mahasiswa yang ada di kampus. Dalam hal ini saya merasa perlu memberitahukan 5 etika penting dalam berinteraksi antara mahasiswa dengan dosen dan senior, terutama yang pernah saya dapat dari sekolah saya di SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan. 5 etika tersebut selalu ditekankan oleh para guru dan staf di SMA saya, karena benar ternyata bahwa kelima hal tersebutlah yang akhirnya membawa saya dan teman-teman menjadi orang-orang yang dihargai di lingkungan sekitar dan juga dihargai oleh orang-orang yang lebih tua, karena kami benar-benar memiliki etika dan moral yang baik dalam berinteraksi kepada sesama manusia khususnya orang yang lebih tua. Kelima etika tersebut:

Jangan Mau Susah di Masa Tua

Coba perhatikan sekitar Anda. Pernahkah Sobat sekalian menemui orang-orang tua dengan banyak anak dan cucu, tapi mengalami kenyataan hidup yang menyakitkan? Taraf kehidupan mereka rendah, anak-anak dan cucu-cucu mereka pun tidak ada yang bisa membantu penghidupan orang tuanya karena mereka sendiri juga taraf hidupnya rendah. Pasti pernah! Sekarang lagi musim tuh di televisi tayangan-tayangan yang kayak begitu. Sebutin aja kayak Orang Pinggiran di Trans7, Catatan Si Olga di ANTV, atau Andai Aku Menjadi di Trans TV. Banyak kan, cerita-cerita tentang orang-orang yang susah sekali hidupnya, yang cukup untuk membuat Sobat mengurai airmata? Memang itu hanya di TV. Tapi bukankah hal seperti itu adalah kisah nyata?

Nasi Campur & Rasa Syukur

Tadi sore, minggu 15 Mei 2011, dengan penat masih melekat di badan sehabis mengikuti seminar yang diadakan oleh Forum Lingkar Pena wilayah Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Ane tiba di rumah dalam keadaan mengantuk dan lapar. Alhamdulillah, Allah masih melindungi Ane sepanjang perjalanan dan menyampaikan Ane di rumah penuh kenangan. Karena lapar, berangkatlah Ane membeli nasi bungkus di dekat rumah. Maksudnya biar bisa dimakan sembari nonton Moto GP di Televisi. Makan bareng Akh Fathur, saudara serumah, dengan lahapnya. Tapi ada satu permasalahan. Akh Fathur makannya nggak habis. Haduh, gimana nih, aktivis kok makannya nyisa? Katanya makanannya terlalu pedas, jadi dia cepat kenyang. Hedeh, akhirnya Ane habiskan aja dah lebihan makanan itu. Mumpung masih lapar :^_^ Tapi, bukan   itu yang pengin Ane sampaikan ke Sobat sekalian. Melainkan, sesungguhnya ada filosofi kehidupan yang mungkin sederhana, tapi bisa jadi merupakan sesuatu yang bisa membuat kita jadi orang paling bahagia s...