Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tentang kehidupan

Pesantren Impian

Saya dan adik-adik, terutama yang nomer 3, sering sekali ditanya dalam banyak kesempatan, "nyantri dimana?". Pertanyaan yang agak aneh menurut saya, karena mengindikasikan seseorang yang memiliki pengetahuan agama itu hanya dari kalangan pesantren saja. Padahal saya dan adik-adik tidak pernah makan bangku pesantren (jangankan makan bangkunya, datang ke pesantren saja tidak). Sering juga jika sedang kumpul di rumah, karena semua membantu berjualan di warung, orang pun berkomentar "pintarnya anak pian ini, bu. Rajinnya mendangani kuwitan (pintarnya anak ibu ini, rajin membatu orang tua - bahasa banjar). Ibu dan ayah saya biasanya menjawab pertanyaan ini dengan tersenyum dan bertahmid. Tapi disini biar saya ceritakan latar belakang keluarga kami, siapa tahu bisa bermanfaat buat para orang tua dan calon orang tua yang sering bertanya-tanya seperti di atas.

5 Etika Berinteraksi di Lingkungan Pendidikan

Beberapa hari ini banyak sekali pesan masuk dan kabar berita yang kurang enak didengar sampai ke telinga saya. Kebanyakan isinya adalah komplain dari berbagai pihak (khususnya senior, alumni dan dosen di kampus) terhadap etika berinteraksi dari sebagian besar mahasiswa yang ada di kampus. Dalam hal ini saya merasa perlu memberitahukan 5 etika penting dalam berinteraksi antara mahasiswa dengan dosen dan senior, terutama yang pernah saya dapat dari sekolah saya di SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan. 5 etika tersebut selalu ditekankan oleh para guru dan staf di SMA saya, karena benar ternyata bahwa kelima hal tersebutlah yang akhirnya membawa saya dan teman-teman menjadi orang-orang yang dihargai di lingkungan sekitar dan juga dihargai oleh orang-orang yang lebih tua, karena kami benar-benar memiliki etika dan moral yang baik dalam berinteraksi kepada sesama manusia khususnya orang yang lebih tua. Kelima etika tersebut:

Jangan Mau Susah di Masa Tua

Coba perhatikan sekitar Anda. Pernahkah Sobat sekalian menemui orang-orang tua dengan banyak anak dan cucu, tapi mengalami kenyataan hidup yang menyakitkan? Taraf kehidupan mereka rendah, anak-anak dan cucu-cucu mereka pun tidak ada yang bisa membantu penghidupan orang tuanya karena mereka sendiri juga taraf hidupnya rendah. Pasti pernah! Sekarang lagi musim tuh di televisi tayangan-tayangan yang kayak begitu. Sebutin aja kayak Orang Pinggiran di Trans7, Catatan Si Olga di ANTV, atau Andai Aku Menjadi di Trans TV. Banyak kan, cerita-cerita tentang orang-orang yang susah sekali hidupnya, yang cukup untuk membuat Sobat mengurai airmata? Memang itu hanya di TV. Tapi bukankah hal seperti itu adalah kisah nyata?

Payung dan Hujan

Hari ini, minggu, 24 April 2010. Ane naik sepeda motor pinjaman seorang kawan berangkat ke Banjarmasin bersama ketua FLP Banjarbaru untuk menghadiri rapat acara Akbar FLP Wilayah Kalimantan Selatan, di kediaman  Kak Azizah, ketua FLP Wilayah Kalimantan Selatan. Subhanallah, tak terkira ternyata perjalanannya amat berat. Kami harus mengalami ban bocor di Gambut, kemudian muter2 mencari rumah Kak Azizah, tersesat di Jl. Sultan Adam yang begitu luas. Sampai banjir yang menghadang kami di sepanjang jalan komplek menuju rumah Kak Azizah (agak hiperbola dikit yang ini ^_^)... Tapi bukan itu yang ingin ane utarakan di sini. Yang ingin ane bahas disini adalah pertanyaan dari Ketua FLP Banjarbaru, Yth. Kak Ery El Himmah, yang didapat dari salah satu penggemar (cie) beliau dari IAIN Antasari.. Pertanyaannya kira2 begini:: "Kenapa masih ada orang yang melakukan teror bom? Padahal orang2 itu adalah orang yg beragama? Bukankah agama itu adalah pegangan hidup bagi semua umat manu...

Perhitungan & Analisa Hasil Tes Susunan Otak

Ini adalah cara perhitungan dari tes susunan otak yang kemarin Ane posting di sini . Kalau Sobat semua sudah mengisi kuisioner yang ada di situ, silahkan lihat cara penilaian dan analisa hasilnya di bawah ini. Sekedar mengingatkan, ini hanya analisa susunan otak. Yaitu menghitung tingkat testosteron di otak kita, sehingga dapat diketahui kita ini lebih ke arah maskulin (laki) atau feminin (wanita). Kuisioner beserta analisa hasil ini Ane ambil dari buku international best seller yang berjudul "Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps" (Versi Indonesia: Mengapa Pria Tidak  Pernah Mendengarkan dan Wanita Tidak Bisa Membaca Peta - Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan). Buku ini adalah karangan dari Allan & Barbara Pease, sepasang suami-istri asal Amerika yang sudah bertahun-tahun menganalisa sifat, perilaku dan hubungan antara pria dan wanita. Silahkan hitung dan analisa nilai sobat lewat cara ini: