Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mutiara iman

Kekuatan Terbesar

Baru inget nih sobat sekalian. Minggu kemarin pas gw ganti oli sepeda motor tua gw, gw lihat seorang bapak ama istrinya yang jualan gorengan di depan bengkel langganan gw. Waktu itu pas hujan deres banget dan anginnya ribut, sampe-sampe terpal atap warung pasutri itu hampir terbang. Duch, si bapak langsung nyuruh istrinya berteduh. Habis itu, seorang diri saja si bapak memegangi atap warung yang hampir terbang itu dengan sekuat tenaganya. Seluruh isi warungnya sudah basah semua terkena air hujan yang ditiup angin kencang. Duch, kasihan amat si bapak. Terus baru dua hari yang lalu juga gw liat seorang bapak penjual mie ayam, dengan ditunggui oleh istrinya yang menggendong anak mereka yang kayaknya sih umurnya baru 1 tahun. Tuh bapak padahal warungnya penuh. Banyak orang yang nunggu pesenan mereka di warung itu. Seorang diri dengan wajah penuh peluh, gw liat si bapak gag sedikit pun mengeluh atau mengaduh. Senyuman bapak itu tetap terukir di wajah tuanya, baik saat menyapa pembeli yang ...

I.B.U.

Kata yang begitu sederhana. Hanya terdiri dari tiga huruf I, B, dan U. Namun menyebutnya dikala ia tiada sungguh terasa membuncah di dada. Mengenangnya dikala ia jauh dari mata sungguh membuat kepala tertunduk. Mata ini terpejam mengingatnya. Satu nama yang selalu terkenang. Dialah awal dari kehidupan. Yang memberikan kita setetes airmata kebahagiaan. Menyunggingkan senyum di tengah kesedihan. Ibu, Dengan airmata terurai kutulis catatan ini. Untuk mengenangmu, satu hati yang selalu kurindu. Satu hati yang selalu kuinginkan dalam hidupku. Sebagai tempat berlabuh. Tempat mengurai segala keluh, kesah, lara, dan gundah. Sungguh tiada dua yang mampu menghadirkan cinta serupa, dengan apa yang telah kau persembahkan untuk anakmu.

Cara Umar bin Abdul Azis Mendidik Putranya

Dalam keletihan perjalanan dan kehabisan bekal makanan, Nabi Musa as bersama Khidhir singgah di sebuah perkampungan. Tapi tidak ada seorang pun di kampung itu yang berkenan menerimanya sebagai tamu yang berhak dijamu dan dihormati. Penduduk kampung pelit dan tidak mau memberi.  Dalam perjalanan, keduanya mendapati sebuah tembok miring yang hampir roboh. Nabi Musa dan Khidir merenovasi tembok miring itu hingga kembali berdiri kokoh. Nabi Musa sempat mengusulkan, “Jika kamu mau, niscaya kamu bisa mengambil upah untuk itu”. Pernyataan Nabi Musa menjadi batas perjanjian dan perpisahan keduanya. Namun sebelum keduanya berpisah, Khidhir menjelaskan pengalaman perjalanannya kepada Nabi Musa, hingga pada kisah tembok yang di kampung pelit itu.  “Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua. Sedang ayahnya adalah seorang yang shalih. Maka Tuhanmu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya d...

Mata Air yang Jernih

Seorang Muslim pada masa Rasulullah saw menjadikan Al Quran sebagai sumber mata air satu-satunya betapa pun saat itu telah ada peradaban Romawi dan Yunani, Persia dan India, China, bahkan Yahudi dan Nasrani di jantung Jazirah Arab. Mereka membaca Al Quran bukan dalam rangka kesenangan dan wawasan semata, melainkan untuk dilaksanakan. Sampai-sampai ketika seseorang masuk Islam serta merta ia meninggalkan dan menanggalkan masa lalunya yang bercorak jahili seraya berdiri di hadapan Islam dalam keadaan bagaikan baru saja dilahirkan oleh ibunya untuk segera mengenakan pakaian Islam. “ Dan pakaian takwa itulah yang baik. ” Ia tidak menginginkan selain ridha Allah.

Allah Tujuan Kami

Tugas, misi, bahkan tujuan dari penciptaan manusia adalah ibadah kepada Allah swt. “Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS.Adz-Dzaariyaat, 51: 56). Ibadah dengan segala maknanya yang utuh dan luas. Manusia tidak akan mampu mewujudkan kemanusiaan, kebahagiaan, kemerdekaan, dan kemuliaannya, melainkan dengan memurnikan pengabdian kepada Al-lah swt. Kemuliaan dirinya terletak pada kerendahannya kepada Tuhannya. Seorang Muslim adalah seorang hamba yang merdeka saat ia melantunkan, “ Hanya kepada Engkau kami mengabdi dan banya kepada Engkau kami memohon pertolongan. ” Ibadah memenuhi seluruh relung kehidupannya siang dan malam. Dia adalah hamba Allah di tengah malam dan siang hari. Dia adalah hamba dalam segala gerak dan diamnya. Dia adalah hamba Allah di masjid, di rumah, di lembaga, di pekerjaan, atau di jalan. Ke mana ia mengarah dan berjalan, ia menghadap Allah.

Allah Tempat Bergantung

Pernahkah Anda merasa begitu gundah? Kehilangan arah kemana langkah diayunkan? Lalu tiba-tiba segalanya menjadi kacau? Hampir semua orang pernah mengalami masa-masa sulit itu. Ibarat air laut, hidup ini kadang pasang naik, kadang pasang surut. Ibarat samudera luas, kadang gelombangnya bergulung-gulung, kadang ia berubah sangat tenang. Seperti juga roda yang selalu berputar, kadang hidup kita di atas, di lain waktu berpindah ke bawah. Bisa jadi kita menganggap itu semua hanya rutinitas hidup belaka. Ya, itu hanya rutinitas tak berarti bila kita memang tak bisa mencari arti di balik semua itu. Itu hanya mekanisme alam, yang tak menyimpan rahasia apa-apa, bila kita tidak mencari tahu rahasianya apa. Lalu, apa arti dan rahasia dari semua itu?