Langsung ke konten utama

Aku Malu Jadi Orang Indonesia

Sebenarnya note ini sudah lama sekali ditulisnya, kira-kira sejak sebelum Ujian Nasional. Kala itu kalau tidak salah ada begitu banyak berita tentang korupsi para pejabat negara di Televisi. Entah apa yang ada di pikiran Ane saat itu. Tapi yang pastinya note ini tertuang dengan berbagai macam campuran rasa di dalam dada: sedih, kesal, marah, berang, muak, kasihan, de-el-el, de-es-be, de-es-te. So, chekidot.

Aku malu jadi orang Indonesia yang suka menjilat
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka korupsi
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka mencuri
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka maling tapi teriak maling
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka bicara tapi sedikit bertindak
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka menghayal tapi tidak pernah bergerak

Aku malu jadi orang Indonesia yang tidak pernah membantu saudaranya seagama
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka bicara tapi sedikit mendengarkan
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka minta bantuan asing
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka ngutang
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka santet, pelet, ramalan, klenik, dan takhayul
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka uang tapi tak suka beramal
Aku malu jadi orang Indonesia yang punya mata tapi tidak melihat penderitaan orang lain
Aku malu jadi orang Indonesia yang punya telinga tapi tidak pernah mendengarkan nasehat orang lain
Aku malu jadi orang Indonesia yang tidak punya hati nurani
Aku malu jadi orang Indonesia yang membenci poligami tapi menghalalkan zina
Aku malu jadi orang Indonesia yang saling menghujat sesama saudaranya
Aku malu jadi orang Indonesia yang mudah diperalat oleh negara asing
Aku malu jadi orang Indonesia yang sumber daya manusianya nomor 112 dari 127 negara
Aku malu jadi orang Indonesia yang jadi negara penghutang nomor 6 di dunia
Aku malu jadi orang Indonesia yang jadi negara terkorup nomor 3 di dunia
Aku malu jadi orang Indonesia yang jumlah penganggurannya 35 juta orang
Aku malu jadi orang Indonesia yang sudah sarjana, master, dan doktor, tapi masih cari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja
Aku malu jadi orang Indonesia yang lebih dari 30.000 orang di instansi pemerintahannya ber-ijazah palsu
Aku malu jadi orang Indonesia yang lebih suka berbohong untuk menyenangkan atasan daripada jujur kepada atasan
Aku malu jadi orang Indonesia yang lebih suka nonton konser daripada datang ke ceramah
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka menggugurkan bayinya
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka pergaulan bebas
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka nge-gossip
Aku malu jadi orang Indonesia yang tidak menghargai ulama
Aku malu jadi orang Indonesia yang berkiblat ke amerika, bukan ke ka’bah
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka lari dari masalah
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka menyalahkan orang lain
Aku malu jadi orang Indonesia yang tidak pernah mau melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri
Aku malu jadi orang Indonesia yang suka menghujat ulama, tapi memuji-muji artis yang tobat sambal
Aku malu jadi polisi Indonesia yang nggak bisa jadi pelindung dan pengayom masyarakat
Aku malu jadi polisi Indonesia yang belum juga bisa memenjarakan hasan tiro, edy tansil, alex manuputty, akbar tandjung, dan para iblis berwajah manusia yang menggerogoti negara ini
Aku malu jadi polisi Indonesia yang suka maju tak gentar, membela yang bayar
Aku malu jadi jaksa Indonesia yang lebih membela para penjahat yang menyuapnya walaupun mereka salah
Aku malu jadi hakim Indonesia yang tidak bisa memberikan keadilan yang seadil-adilnya
Aku malu jadi hakim Indonesia yang tidak bisa memvonis para pelaku aliran sesat
Aku malu jadi tni Indonesia, tentara paling lemah se-asia tenggara
Aku malu jadi ilmuwan Indonesia, yang harus lari ke jerman untuk hidup
Aku malu jadi ilmuwan Indonesia yang dihargai di negeri orang, tapi di negeri sendiri jadi acan
Aku malu jadi pegawai pemerintah Indonesia, pemerintah paling korup di asia tenggara
Aku malu jadi guru Indonesia yang belum bisa mencerdaskan bangsa
Aku malu jadi pelajar Indonesia yang malas belajar
Aku malu jadi pelajar Indonesia yang suka nyontek
Aku malu jadi pelajar Indonesia yang lebih suka main ps, surfing di internet, nge-dugem, kebut-kebutan, daripada ngaji, sholat, belajar, membantu orang tua
Aku malu jadi pelajar Indonesia yang suka tawuran
Aku malu jadi parlemen Indonesia yang suka menonjolkan kepentingan pribadi dan partai di atas kepentingan rakyat
Aku malu jadi parlemen Indonesia yang suka makan gaji buta
Aku malu jadi parlemen Indonesia yang suka nyunat duit rakyat
Aku malu jadi parlemen Indonesia yang suka berkelahi dengan sesamanya
Aku malu jadi parlemen Indonesia yang belum bisa membuat kebijakan yang menguntungkan rakyat
Aku malu jadi parlemen Indonesia yang sudah tua-tua, tapi kalau bersidang seperti anak tk
Aku malu jadi ulama Indonesia yang tidak berani menasehati umara
Pokoknya aku malu jadi orang Indonesia, kalau masih begini keadaannya
Aku juga malu cuma bisa menulis catatan ini, tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan perubahan
Pokoknya Aku malu jadi orang Indonesiaaa!!!

Komentar

  1. Allahu Akbar!!
    Syukran atas comment-nya..
    Semoga kita tetap semangat berdakwah..
    Allahu Akbar!!

    BalasHapus
  2. Ujar urang, "jangan tanya apa yg sudah diberikan negara untukmu, tapi tanya apa yang sudah kamu berikan untuk negara?" hihihi....

    BalasHapus
  3. mana postingan terbaru nih?

    BalasHapus
  4. Zian:: Mmm.. Lagi takang.. Banyak tulisan, tapi nggak bisa selesai.. Mungkin tahun baru ada postingan.. #MUNGKIN.. :D

    BalasHapus
  5. selamat dtng kmbli di dunia blogger, bos imammuja...^_^

    BalasHapus
  6. Ijin share yaaaaaaaaaaaaaaaa..........................

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Terimakasih. Maaf lama baru balas, belum ada ide tulisan baru

      Hapus
  7. mantap...... kunjung balik yah http://rahmatdi99.blogspot. follow aja, nanti ane follow balik :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Dimohon dengan sangat comment-nya, ya :D Kritikan, cacian, makian, protes yang membangun sangat diharapkan demi kebahagiaan kita bersama.

Postingan populer dari blog ini

Umar bin Khattab Menebas Kepala seorang Muslim

Hari itu Madinah gempar. Apa pasal? Mereka mendengar Umar bin Khattab ra. menebas kepala seorang muslim yang mengadukan perkara kepadanya. Tentu saja para sahabat banyak yang menyayangkan keputusan Umar ra. yang nampak gegabah dan “berdosa”–sebab membunuh seorang muslim dosanya sangatlah besar. Seperti disebutkan dalam hadis rasulullah SAW: Dari Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga alasan: orang yang telah kawin melakukan zina, orang yang membunuh jiwa (orang muslim) dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Buat Apa sih LKMM itu? Nggak Penting Banget!

Buat sahabat semua, baik yang pro ataupun kontra dengan pendapat Ane. Ane terbuka aja. Ini adalah negara bebas. Kita bebas untuk berpendapat seperti yang dijamin oleh UUD 1945 (Pasal 28, Pasal 28A, Pasal 28C, Pasal 28D Ayat 1 dan 2, Pasal 28E Ayat 2 dan 3, Pasal 28F, Pasal 28G, Pasal 28H, Pasal 28I ayat 1,2,4 dan 5, serta pasal 28J) selama jangan asal bunyi dan tanpa dalil. Ane memberikan kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh. Silahkan comment aja di  blog Ane , e-mail Ane , atau  Wall FB Ane disana juga ada nomor kontak Ane yang bisa dihubungi. OK? *** Satu bulan terakhir ini adalah masa-masa gejolak pergolakan keimanan Ane di perantauan. Ada dua hal bertentangan yang amat sangat mengganggu pikiran Ane dan mungkin juga Mahasiswa MIPA 2010 lainnya. Sebuah acara yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (yang katanya suatu badan yang demokratis) untuk para Mahasiswa baru 2010, yang (katanya) akan menjadi hal yang berguna buat masa depan para Mahasiswa baru.