Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi

Pesantren Impian

Saya dan adik-adik, terutama yang nomer 3, sering sekali ditanya dalam banyak kesempatan, "nyantri dimana?". Pertanyaan yang agak aneh menurut saya, karena mengindikasikan seseorang yang memiliki pengetahuan agama itu hanya dari kalangan pesantren saja. Padahal saya dan adik-adik tidak pernah makan bangku pesantren (jangankan makan bangkunya, datang ke pesantren saja tidak). Sering juga jika sedang kumpul di rumah, karena semua membantu berjualan di warung, orang pun berkomentar "pintarnya anak pian ini, bu. Rajinnya mendangani kuwitan (pintarnya anak ibu ini, rajin membatu orang tua - bahasa banjar). Ibu dan ayah saya biasanya menjawab pertanyaan ini dengan tersenyum dan bertahmid. Tapi disini biar saya ceritakan latar belakang keluarga kami, siapa tahu bisa bermanfaat buat para orang tua dan calon orang tua yang sering bertanya-tanya seperti di atas.

Kreatif dan Kreatifitas

Alhamdulillah ketemu lagi dengan tulisan Ane, yang semoga sobat semua tidak bosan membacanya. Kreatifitas Tadi pagi Ane (Alhamdulillah) masuk kuliah kewirausahaan yang diasuh oleh Pak Anis. Di akhir perkuliahan kami yang membahas tentang kreativitas dan inovasi (materi inovasi disambung minggu depan karena waktu habis), ada pertanyaan dari seorang teman (sebut saja Ramadhani) yang kurang lebih seperti ini: pak, bagaimana memulai dan mendapatkan ide-ide serta proses kreatif? Sungguh menarik sekali jawaban dari beberapa teman yang mencoba menjawab pertanyaan di atas. Berikut ini saya coba rangkumkan hasil jawaban dari teman-teman: Dhimas, Sofyan, kak Rosidah, dan Ane sendiri:

Pria Membangun Kampung Halaman

Mark, Bill Gates, Steve Jobs vs. Us Hai, sobat muda semua! Bagaimana kabarnya? Semoga ketika membaca tulisan ini dalam keadaan tetap semangat dan akan terus bertambah semangat.  Beberapa waktu yang lalu ane mengunjungi seorang adik tingkat di Madrasah Tsanawiyah (SMP) yang kebetulan juga kuliah di Banjarbaru. Ane benar-benar tercenung dengan gairah dan semangatnya yang menggebu-gebu. Bahkan terbersit juga perasaan malu terhadapnya.  Apa pasal? Doi (inisial M) dalam kunjungan dinas Ane ke kost-nya J sempat ane lontarkan pertanyaan yang sebenarnya wajar dan bahkan sering dianggap basa-basi saja: lulus kuliah mau kemana? Sobat mau tahu apa jawabnya?  “Saya mau balik kampung, Bang! Mau saya bangun kampung kita itu jadi kota terpadu mandiri!”  Jawabnya dengan mata berapi-api. Katanya dia sudah muak melihat penduduk desa kami berlomba-lomba menanam sawit, membangun sarang-sarang walet, tapi tidak membuahkan hasil, melainkan penduduk desa hanya dijajah...

Don't Underestimate your life! (Jangan remehkan hidupmu)

Don't underestimate your life! Jangan meremehkan hidup!! Lupakah kita kepada para Ibu, yang meregang nyawa ketika melahirkan, sehingga anaknya bisa lahir dan hidup di dunia ini? Lupakah kita kepada para Ayah menantang lautan setiap malam mencari ikan, demi hidup anak dan istrinya di rumah? Lupakah kita kepada para Ayah yang rela merampok, maling, jadi kriminal, karena putus asa mencari biaya hidup untuk anak-istri? Lupakah juga kita kepada para Ibu penjual gorengan, Ibu penjual nasi uduk, Ibu penjual es, Ibu pembuat tikar, Ibu-ibu penjual jamu, yang harus bekerja sekaligus mengurus rumah. Supaya suaminya tidak harus berhutang kesana-kemari untuk biaya kuliah anaknya?

Jangan Mau Susah di Masa Tua

Coba perhatikan sekitar Anda. Pernahkah Sobat sekalian menemui orang-orang tua dengan banyak anak dan cucu, tapi mengalami kenyataan hidup yang menyakitkan? Taraf kehidupan mereka rendah, anak-anak dan cucu-cucu mereka pun tidak ada yang bisa membantu penghidupan orang tuanya karena mereka sendiri juga taraf hidupnya rendah. Pasti pernah! Sekarang lagi musim tuh di televisi tayangan-tayangan yang kayak begitu. Sebutin aja kayak Orang Pinggiran di Trans7, Catatan Si Olga di ANTV, atau Andai Aku Menjadi di Trans TV. Banyak kan, cerita-cerita tentang orang-orang yang susah sekali hidupnya, yang cukup untuk membuat Sobat mengurai airmata? Memang itu hanya di TV. Tapi bukankah hal seperti itu adalah kisah nyata?

Penebang Pohon

Alkisah,  seorang  pedagang  kayu  menerima  lamaran  seorang  pekerja untuk menebang  pohon  di  hutannya. Karena  gaji  yang  dijanjikan  dan kondisi  kerja  yang  bakal  diterima  sangat  baik,  sehingga  si  calon penebang  pohon  itu  pun  bertekad  untuk  bekerja  sebaik mungkin.  Saat mulai  bekerja,  si majikan memberikan  sebuah kapak dan menunjukkan area  kerja  yang  harus  diselesaikan  dengan  target  waktu  yang  telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan  8  batang  pohon. Sore  hari,  mendengar  hasil  kerja  si penebang,  sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan  tulus, “Hasil  kerjamu  sungguh ...

Kegagalan yang Sempurna

Siang ini karena gag ada kuliah, buka-buka file presentasi power point dari seorang teman. Sebut saja Pras. Di salah satu slide, ku nemu satu yang begitu mantap dan menggugah diri ini untuk bangkit dari keterpurukan. Judul slidenya: resep sup kesuksesan. Aneh kan? Bahan-bahannya juga aneh. Nih, kalo kamu semua mau tahu resepnya. Resep Sup Kesuksesan Bahan:

Bersyukurlah!

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan... Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan? Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu, karena itu memberimu kesempatan untuk belajar... Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, di masa itulah kamu bertumbuh... Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang... Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.... Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga... Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih, karena itu berarti kamu telah membuat suatu perbedaan... Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik ... Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa yang surut... Rasa syukur dapat mengubahkan hal yang negatif menjadi positif.... Temukan cara untuk bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ........

Bacanya yang Keras Ya Pa...

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham. Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan  suara manjanya, "Papa lihat!" John menengok kearahnya dan berkata, "Wah, buku baru ya?" "Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong!" "Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pa...

Ayah

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?" "Wah, sangat luar biasa Ayah" "Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya. "Oh iya" kata anaknya. "Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya. Kemudian si anak menjawab. "Saya saksikan bahwa : Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari. Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memilik...

Anugerah Terindah Milik Kita

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan. Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan. Ibunda... Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berpe...

Air Mata Mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut. Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin...