Langsung ke konten utama

I.B.U.

Kata yang begitu sederhana. Hanya terdiri dari tiga huruf I, B, dan U. Namun menyebutnya dikala ia tiada sungguh terasa membuncah di dada. Mengenangnya dikala ia jauh dari mata sungguh membuat kepala tertunduk. Mata ini terpejam mengingatnya. Satu nama yang selalu terkenang. Dialah awal dari kehidupan. Yang memberikan kita setetes airmata kebahagiaan. Menyunggingkan senyum di tengah kesedihan.

Ibu,
Dengan airmata terurai kutulis catatan ini. Untuk mengenangmu, satu hati yang selalu kurindu. Satu hati yang selalu kuinginkan dalam hidupku. Sebagai tempat berlabuh. Tempat mengurai segala keluh, kesah, lara, dan gundah. Sungguh tiada dua yang mampu menghadirkan cinta serupa, dengan apa yang telah kau persembahkan untuk anakmu.



Ibu,
Dengan tangis tersedu kuurai catatan ini. Dari satu hati yang tulus, penuh maaf, penuh do'a dan harap
Anakmu ini terlalu lama menjauh darimu. Memintal benang benci dan egoisme diri serta kekerasan hati kepada cinta dan citamu. Oh, sungguh bersalahnya daku. Melihatmu tlah meninggalkanku tanpa seucap maaf pun keluar dari bibir kering nan kaku ini. Hanya karena keras hatiku. Hanya karena keegoanku. Dan hanya karena keinginanku untuk tak menjadi seperti yang kau mau di bawah kendalimu.

Ibu,
Ampuni anakmu ini yang tak tahu diri. Selalu membuatmu bersedih hati. Selalu membohongimu tatkala dikau jauh disisi. Selalu mengucap tidak pada pintamu yang berat untuk kupenuhi. Selalu berkata uh, saat kau memanggilku. Berkata kasar padamu. Menentangmu.

Ibu,
Di hari ini. Meski kau pun tiada di sisi. Izinkan mata ini mengurai air mata yang mengalir sepanjang Sungai Musi. Biarkan tangis ini menggelegar seguruh halilintar dikala badai berkobar. Biarkan isak ini turun deras berdebur kencang, bak ombak ganas menabrak karang. Bagaikan topan yang menghantam segala dosaku, segala kesalahanku, dan menggantikannya dengan pelangi maaf darimu.

Ampuni aku, ibu.

Banjarbaru, 22 Desember 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umar bin Khattab Menebas Kepala seorang Muslim

Hari itu Madinah gempar. Apa pasal? Mereka mendengar Umar bin Khattab ra. menebas kepala seorang muslim yang mengadukan perkara kepadanya. Tentu saja para sahabat banyak yang menyayangkan keputusan Umar ra. yang nampak gegabah dan “berdosa”–sebab membunuh seorang muslim dosanya sangatlah besar. Seperti disebutkan dalam hadis rasulullah SAW: Dari Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga alasan: orang yang telah kawin melakukan zina, orang yang membunuh jiwa (orang muslim) dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

30 Fakta Menarik Tentang Bahasa Inggris

Belajar Bahasa Inggris itu menyenangkan, lho, Sobat. Apalagi jika Sobat mengenali fakta-fakta menarik yang terdapat dalam bahasa Inggris yang saat ini sudah menjadi bahasa dunia. Apa saja fakta-fakta itu? Mari kita simak. [PERHATIAN!] fakta-fakta berikut ini tidak berurutan.. 1.     Abjad yang paling sering digunakan adalah “e”. 2.     Huruf vokal yang paling sering digunakan adalah “e”. Yang kedua adalah “a”. 3.     Huruf konsonan yang paling sering digunakan adalah “r” . Yang kedua adalah “t”.The most common consonant in English is "r", followed by "t". 4.     Setiap suku kata dalam bahasa inggris harus memiliki huruf vokal (bunyi). Namun tidak semua suku kata mengandung huruf mati (konsonan). 5.     Hanya ada dua kata dalam bahasa Inggris yang digunakan saat ini yang memiliki akhiran “-gry”, yaitu “hungry” (lapar) dan “angry” (marah).

Kita, Bid'ah, dan Semangat Beribadah

Beberapa hari belakangan ini beberapa orang teman sedang ramai membahas ibadah-ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (baca: bid'ah), khususnya yang sering juga ane lakukan dulu waktu masih ikut tarekat-tarekat dan belum belajar Islam lebih dalam. Diantara yang dibahas adalah sholat hadiah dan melaksanakan ibadah di kuburan. Yang ingin ane kemukakan disini bukan hasil pembahasan kami beberapa hari belakangan, melainkan sebuah pemikiran yang menghantui saya beberapa bulan ini dan belum sempat dikeluarkan. Setelah melakukan muhasabah diri, mengingat-ingat bagaimana dulu ketika masih menjadi orang yang malas menuntut ilmu agama, saya sampai pada kesimpulan, bahwa ketika ane melaksanakan ibadah yang tidak ada tuntunan yang shahih dari pembawa ajaran agama ini, Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, ane cenderung menyepelekan dengan ibadah-ibadah yang benar-benar ada tuntunannya, dan merasa ane sudah cukup berislam dengan mengerjakan ...